Gigi Anak

Merawat Senyum Si Kecil dan Keluarga Tercinta

10/06/2024

Tinjauan Anatomis dan Genetika Lesung Pipit: Fenomena Estetika di Balik Variasi Otot Wajah

Lesung pipit, atau dalam istilah medis dikenal sebagai gelasin, merupakan cekungan alami yang terbentuk pada permukaan kulit wajah, umumnya terletak pada area pipi atau dagu. Fenomena fisik ini sering kali dianggap sebagai atribut estetika yang menarik. Dalam berbagai kebudayaan, khususnya di Asia dan subgrup etnis tertentu, lesung pipit dipandang sebagai simbol daya tarik visual, pesona awet muda, hingga representasi karakter kejujuran. Namun, dari perspektif medis, keberadaan lesung pipit sejatinya merupakan manifestasi dari defek kongenital atau variasi anatomis, yang membuktikan bahwa tidak semua "malformasi" berimplikasi negatif bagi kesehatan atau penampilan.

Mekanisme Anatomis: Peran Musculus Zygomaticus Major Secara anatomis, pembentukan lesung pipit pada pipi berkaitan erat dengan variasi struktur otot wajah yang disebut musculus zygomaticus major. Otot ini berperan penting dalam ekspresi wajah, khususnya saat tersenyum. Pada individu dengan lesung pipit, sering ditemukan adanya anomali berupa otot zygomaticus major ganda atau bifida (terbelah).

Dalam kondisi normal, otot ini berorigo (berpangkal) pada tulang pipi (os zygomaticum) dan berinsersi (berujung) sebagai struktur tunggal pada sudut mulut (anguli oris). Namun, pada kasus bifida, otot tersebut terbelah saat berjalan ke arah anterior. Serabut bagian superior (atas) akan melekat pada posisi normal di sudut mulut, sementara serabut bagian inferior (bawah) melekat pada jaringan kulit di bawah sudut mulut. Celah di antara kedua serabut otot inilah yang kemudian menarik kulit ke dalam saat otot berkontraksi (tersenyum), menciptakan cekungan yang kita kenal sebagai lesung pipit.

Dinamika Fisiologis dan Penuaan Mekanisme penarikan kulit oleh otot yang memendek menjelaskan mengapa lesung pipit sering kali tidak terlihat saat wajah dalam kondisi istirahat atau diam. Selain itu, seiring bertambahnya usia, elastisitas dan ketegangan otot wajah akan mengalami penurunan (mengendur). Proses degeneratif alami ini menjadi alasan mengapa lesung pipit yang tampak jelas pada masa kanak-kanak atau remaja dapat memudar atau bahkan menghilang saat seseorang memasuki usia lanjut. Korelasi ini pula yang menjadikan lesung pipit sering diasosiasikan dengan citra "wajah bayi" (baby face) atau simbol kemudaan.

Aspek Genetika dan Pola Pewarisan Dari tinjauan genetika, lesung pipit diklasifikasikan sebagai sifat fenotipik yang diturunkan secara dominan autosom. Artinya, keberadaan satu gen varian dari salah satu orang tua sudah cukup untuk memunculkan karakteristik ini pada keturunannya.

  • Jika salah satu orang tua memiliki lesung pipit, probabilitas anak mewarisinya berkisar antara 25% hingga 50%, bergantung pada apakah orang tua tersebut mewarisi gen dari satu atau kedua orang tuanya.
  • Jika kedua orang tua memilikinya, peluang pewarisan meningkat menjadi 50% hingga 100%.
  • Sebaliknya, jika tidak ada riwayat lesung pipit pada kedua orang tua, kemungkinan anak memilikinya sangat kecil, kecuali terjadi mutasi genetik spontan.

Meskipun lesung pipit juga dapat ditemukan pada area tubuh lain, seperti dagu (cleft chin) atau punggung bawah (dimples of Venus), lesung pipit pada wajah tetap memegang nilai estetika yang paling tinggi dalam persepsi sosial. Fenomena ini mengajarkan kita bahwa variasi biologis manusia, bahkan yang tergolong sebagai anomali struktural, dapat menciptakan keunikan yang dihargai secara luas.

Referensi:
  1. http://www.wisegeek.com/what-are-dimples.htm
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Dimple

Tidak ada komentar:

Posting Komentar