Diabetes Mellitus Neonatal Permanen (Permanent Neonatal Diabetes Mellitus atau PNDM) merupakan entitas klinis langka yang muncul pada fase awal kehidupan, umumnya terdiagnosis sebelum bayi berusia enam bulan, dan menetap seumur hidup. Kondisi ini berbeda secara fundamental dari diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang lebih umum dikenal. PNDM ditandai dengan hiperglikemia persisten akibat defisiensi insulin yang signifikan, hormon yang krusial dalam metabolisme glukosa menjadi energi.
Manifestasi Klinis dan Komplikasi Gejala klinis PNDM sering kali dapat terdeteksi sejak masa prenatal. Bayi dengan kondisi ini kerap mengalami retardasi pertumbuhan intrauterin (Intrauterine Growth Retardation), yang berlanjut sebagai kegagalan pertumbuhan (failure to thrive) pasca-kelahiran. Tanda klasik lainnya meliputi dehidrasi berat akibat poliuria osmotik yang dipicu oleh tingginya kadar gula darah.
Spektrum klinis PNDM dapat bervariasi. Pada sebagian kasus, defisiensi insulin disertai dengan kelainan neurologis. Sindrom DEND (Developmental delay, Epilepsy, and Neonatal Diabetes) adalah manifestasi berat yang mencakup keterlambatan perkembangan global, epilepsi, dan diabetes. Terdapat pula bentuk intermediat dari sindrom ini, di mana keterlambatan perkembangan bersifat lebih ringan tanpa disertai kejang. Selain itu, sebagian kecil pasien mengalami hipoplasia pankreas, yang berdampak pada insufisiensi eksokrin, menyebabkan malabsorpsi lemak dan vitamin larut lemak.
Epidemiologi Secara statistik, diabetes neonatal terjadi pada sekitar 1 dari 400.000 kelahiran hidup. Penting untuk membedakan PNDM dengan Transient Neonatal Diabetes Mellitus (TNDM). Sekitar separuh dari kasus diabetes pada bayi bersifat sementara dan akan mengalami remisi pada usia 18 minggu, sedangkan sisanya akan menetap sebagai PNDM.
Etiologi Genetik PNDM adalah penyakit monogenik, artinya disebabkan oleh mutasi pada gen tunggal, bukan pola poligenik kompleks seperti pada diabetes tipe lain.
Gen KCNJ11 dan ABCC8 (Mekanisme Kanal K-ATP): Sekitar 50% kasus PNDM disebabkan oleh mutasi pada gen KCNJ11 (30%) dan ABCC8 (20%). Kedua gen ini mengkode subunit kanal Kalium sensitif-ATP (K-ATP) pada membran sel beta pankreas. Dalam kondisi fisiologis normal, kanal ini menutup sebagai respons terhadap peningkatan glukosa darah, memicu pelepasan insulin. Mutasi pada gen-gen ini menyebabkan kanal tetap terbuka, sehingga sel beta gagal melepaskan insulin meskipun kadar gula darah tinggi.
Gen INS: Sekitar 20% kasus berhubungan dengan mutasi gen INS yang menginstruksikan pembentukan proinsulin. Mutasi ini mengganggu struktur molekul insulin (rantai A dan B serta ikatan disulfida), menyebabkan insulin yang terbentuk tidak fungsional atau rusak, yang berujung pada kerusakan sel beta pankreas.
Pola Pewarisan Pola pewarisan PNDM bergantung pada gen yang terlibat. Mutasi pada gen KCNJ11 dan INS umumnya bersifat autosomal dominan; satu salinan gen yang bermutasi sudah cukup untuk memunculkan penyakit. Menariknya, 90% kasus autosomal dominan ini muncul sebagai mutasi de novo (baru), tanpa riwayat keluarga sebelumnya. Sebaliknya, mutasi pada gen ABCC8 dapat diturunkan secara autosomal dominan maupun resesif. Pada pola resesif, kedua orang tua mungkin merupakan pembawa sifat (carrier) tanpa menunjukkan gejala klinis.
Pemahaman mendalam mengenai dasar genetika PNDM sangat krusial, karena hal ini berdampak langsung pada pilihan terapi. Pasien dengan mutasi kanal K-ATP (KCNJ11 atau ABCC8) sering kali dapat diterapi secara efektif menggunakan obat oral golongan sulfonilurea, yang bekerja menutup kanal K-ATP, sehingga memungkinkan pasien terlepas dari ketergantungan injeksi insulin.
Referensi:
http://ghr.nlm.nih.gov/condition/permanent-neonatal-diabetes-mellitus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar