Sumber Nutrisi dan Kebutuhan Harian Secara alami, tubuh tidak dapat memproduksi iodium, sehingga asupannya harus dipenuhi melalui diet harian. Sumber utama iodium meliputi makanan laut (seafood) dan tanaman yang tumbuh di tanah yang kaya akan kandungan mineral ini. Sebagai strategi kesehatan masyarakat, fortifikasi iodium pada garam dapur menjadi sumber yang paling umum dan mudah diakses.
- Angka Kecukupan Gizi: Kebutuhan harian rata-rata bagi orang dewasa adalah sekitar 150 mikrogram (µg), yang setara dengan konsumsi kira-kira ½ sendok teh atau 2 gram garam beryodium.
Defisiensi dan Faktor Lingkungan Kekurangan asupan iodium dapat memicu serangkaian gangguan kesehatan yang dikenal sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Manifestasi klinis yang paling umum adalah pembesaran kelenjar tiroid atau gondok (struma), yang merupakan respons kompensasi tubuh terhadap rendahnya kadar hormon tiroid. Dampak fisiologis lainnya meliputi penurunan laju metabolisme basal yang dapat menyebabkan kelesuan.
- Faktor Geografis: Distribusi iodium di alam tidak merata. Wilayah pesisir umumnya kaya akan iodium, sementara daerah pegunungan atau sekitar danau tertentu sering kali memiliki tanah yang miskin iodium, meningkatkan risiko defisiensi pada penduduk setempat.
- Zat Goitrogenik: Konsumsi bahan pangan yang mengandung zat goitrogenik (penghambat penyerapan iodium) juga perlu diperhatikan. Namun, efek zat ini umumnya dapat dinetralisir melalui proses pemasakan yang tepat.
Toksisitas dan Batas Aman Meskipun esensial, asupan iodium memiliki batas toleransi yang sempit. Konsumsi yang berlebihan—secara teoritis mencapai 10 kali lipat dari kebutuhan harian yang dianjurkan—dapat bersifat toksik. Paradoksnya, kelebihan iodium (efek Wolff-Chaikoff) juga dapat menghambat sintesis hormon tiroid dan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok, menyerupai gejala defisiensi. Oleh karena itu, keseimbangan asupan sangatlah krusial.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar