Gigi Anak

Merawat Senyum Si Kecil dan Keluarga Tercinta

27/06/2010

Material Tanam Tuang (Dental Investment): Fondasi Presisi di Balik Pembuatan Gigi Tiruan Logam dan Keramik

Dalam proses pembuatan restorasi gigi tiruan—baik itu mahkota (crown), jembatan (bridge), maupun kerangka gigi tiruan sebagian—terdapat satu tahapan krusial yang sering kali tidak terlihat oleh pasien, namun sangat menentukan hasil akhir. Tahapan tersebut adalah proses penanaman model malam (waxing) menggunakan Material Tanam atau dikenal secara profesional sebagai Dental Investment.

Artikel ini akan mengupas secara mendalam mengenai apa itu material tanam, jenis-jenisnya, serta perannya yang vital dalam memastikan gigi tiruan dapat terpasang dengan presisi di dalam mulut pasien.

Apa Itu Material Tanam (Investment Material)?

Secara definisi, material tanam adalah bahan keramik tahan panas (refractory) yang digunakan untuk membuat cetakan atau mold. Dalam teknik pengecoran logam (teknik Lost Wax), model gigi yang telah dibentuk dari lilin/malam akan ditanam dalam adonan material ini. Setelah material mengeras, lilin akan dilelehkan dan dibuang, meninggalkan ruang kosong (mold cavity) yang presisi. Ruang kosong inilah yang kemudian diisi oleh logam cair atau keramik panas.

Agar berhasil, material tanam harus memenuhi tiga syarat utama:

  1. Tahan Panas (Refraktori): Mampu bertahan pada suhu ekstrem tanpa hancur saat logam cair dituangkan.

  2. Ekspansi (Pemuaian): Mampu memuai dalam ukuran yang terukur untuk mengimbangi penyusutan (shrinkage) logam saat mendingin. Tanpa sifat ini, gigi tiruan akan kekecilan dan tidak muat dipasang.

  3. Porositas: Memiliki pori-pori mikroskopis untuk mengalirkan udara yang terjebak di dalam cetakan agar tidak merusak hasil coran.

Komposisi Dasar

Sebagian besar material tanam terdiri dari dua komponen utama:

  • Bahan Refraktori (Tahan Api): Biasanya berupa silika (seperti quartz atau cristobalite). Bahan ini berfungsi menahan suhu tinggi dan memberikan ekspansi termal.
  • Bahan Pengikat (Binder): Berfungsi menyatukan partikel refraktori hingga mengeras. Jenis pengikat inilah yang membedakan klasifikasi material tanam.

Klasifikasi Material Tanam

Berdasarkan jenis bahan pengikatnya, material tanam dibagi menjadi tiga kategori utama, yang masing-masing memiliki indikasi klinis spesifik:

1. Gypsum-Bonded Investment (Pengikat Gipsum)

Ini adalah jenis material tanam klasik. Sesuai namanya, bahan ini menggunakan gipsum (kalsium sulfat hemihidrat) sebagai pengikat.

  • Kegunaan: Ideal untuk pengecoran paduan emas (gold alloy) konvensional atau logam mulia lain yang memiliki titik leleh relatif rendah (di bawah 700°C).
  • Karakteristik: Mudah dimanipulasi dan menghasilkan permukaan coran yang sangat halus. Namun, bahan ini tidak stabil jika dipanaskan di atas 700°C karena gipsum akan terurai dan menyebabkan korosi pada logam.

2. Phosphate-Bonded Investment (Pengikat Fosfat)

Di era kedokteran gigi modern, jenis ini adalah yang paling dominan dan sering digunakan.

  • Kegunaan: Digunakan untuk pengecoran logam campur metal-ceramic (untuk gigi tiruan porselen) serta logam dasar (base metal) yang memiliki titik leleh sangat tinggi.
  • Pembaruan Pengetahuan (Update): Selain untuk logam, material ini kini menjadi standar utama untuk teknik keramik tekan (pressable ceramics), seperti pembuatan veneer atau crown berbahan lithium disilicate (misal: e.max).
  • Karakteristik: Sangat kuat dan tahan suhu tinggi (di atas 1.000°C). Material ini memiliki kemampuan ekspansi yang lebih besar untuk mengimbangi penyusutan logam non-mulia yang tinggi.

3. Silica-Bonded Investment (Pengikat Silika)

Jenis ini menggunakan etil silikat sebagai pengikat.

  • Kegunaan: Secara spesifik digunakan untuk pengecoran kerangka logam gigi tiruan sebagian lepasan (Removable Partial Denture) yang menggunakan logam Cobalt-Chromium bersuhu leleh tinggi.
  • Karakteristik: Tahan panas yang sangat baik, namun proses manipulasinya lebih rumit dibandingkan dua jenis lainnya.

Pentingnya Presisi dalam Praktik Klinis

Mengapa dokter gigi dan tekniker laboratorium harus memilih material tanam dengan hati-hati? Jawabannya adalah akurasu dimensi.

Logam dan keramik akan menyusut saat mendingin. Jika material tanam tidak memuai dengan tepat (melalui mekanisme setting expansion, hygroscopic expansion, dan thermal expansion), maka restorasi yang dihasilkan akan terlalu kecil. Sebaliknya, jika memuai berlebihan, restorasi akan longgar.

Kesimpulan

Meskipun pasien jarang melihat bentuk fisik dari dental investment, material ini adalah pahlawan tak terlihat dalam keberhasilan perawatan rehabilitasi oral. Pemahaman mendalam mengenai sifat fisik dan kimia material tanam memastikan bahwa setiap gigi tiruan yang dihasilkan tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga pas (fit) dan fungsional di dalam mulut pasien.


Catatan: Artikel ini telah disunting untuk memperbarui relevansi penggunaan material tanam, khususnya Phosphate-Bonded Investment yang kini juga krusial dalam pembuatan restorasi estetik modern (all-ceramic) selain restorasi logam konvensional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar