Fungsi Fisiologis: Garda Depan Antioksidan Fungsi utama selenium dalam tubuh berkaitan erat dengan aktivitas enzimatik. Selenium merupakan komponen struktural yang tak tergantikan dari enzim Glutation Peroksidase (Glutathione Peroxidase).
Mekanisme Kerja: Sebagai enzim antioksidan intraseluler, glutation peroksidase bertugas menetralkan peroksida berbahaya, melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Sinergi dengan Vitamin E: Peran selenium memiliki kemiripan fungsional dengan Vitamin E (alfa-tokoferol). Keduanya bekerja secara sinergis dalam sistem pertahanan antioksidan; selenium melengkapi kerja Vitamin E dalam mencegah peroksidasi lipid, sehingga menjaga kesehatan sel secara optimal.
Dampak Defisiensi Selenium Kekurangan asupan selenium dapat memicu gangguan kesehatan serius yang bermanifestasi pada sistem kardiovaskular.
Kardiomiopati: Defisiensi selenium kronis dikaitkan dengan risiko kardiomiopati, yaitu kondisi melemahnya otot jantung.
Penyakit Keshan: Dalam literatur medis, defisiensi berat selenium dikenal sebagai penyebab Keshan Disease, sebuah kondisi yang ditandai dengan dilatasi jantung (pembesaran jantung) dan gagal jantung kongestif. Kondisi ini menegaskan pentingnya selenium bagi fungsi kontraktilitas otot jantung.
Toksisitas dan Risiko Paparan Okupasional Meskipun esensial, selenium memiliki batas toleransi yang sempit. Kelebihan kadar selenium dalam tubuh (selenosis) dapat bersifat toksik.
Gejala Khas: Salah satu tanda klinis yang paling mudah dikenali dari keracunan selenium adalah napas yang berbau seperti bawang putih (garlic breath). Fenomena ini terjadi akibat ekskresi senyawa volatil dimetilselenida melalui sistem pernapasan.
Risiko Okupasional: Keracunan selenium sering kali bersifat eksogen, terutama terjadi akibat paparan di lingkungan kerja. Pekerja di sektor industri elektronik, pembuatan kaca, dan produksi cat memiliki risiko lebih tinggi terpapar debu atau uap selenium, sehingga memerlukan proteksi dan pemantauan kesehatan yang ketat.
Kesimpulan Selenium adalah mineral mikro dengan dampak makro bagi kesehatan. Keseimbangan asupannya harus dijaga dengan cermat—cukup untuk mendukung fungsi enzim antioksidan dan jantung, namun tidak berlebih agar terhindar dari efek toksisitasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar