Terakhir diperbarui: 22 Desember 2025
Pendahuluan
Rongga mulut seringkali menjadi indikator pertama terhadap adanya anomali fungsional maupun anatomis. Salah satu temuan yang sering memicu kekhawatiran pasien adalah munculnya lesi putih. Artikel ini membahas laporan kasus seorang pasien muda dengan penebalan jaringan mukosa pipi yang disebabkan oleh iritasi mekanis kronis, sebuah kondisi yang dikenal sebagai Focal (Frictional) Hyperkeratosis.
Laporan Kasus
Seorang wanita berusia 23 tahun (ASA I) datang ke RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan adanya area putih yang terasa kasar pada pipi bagian dalam kanan dan kiri.
- Keluhan Utama: Penebalan tidak nyeri yang disadari sejak 4 bulan lalu.
- Riwayat Sistemik: Tidak ada riwayat penyakit sistemik, alergi, atau kebiasaan merokok (faktor risiko rendah).
- Status Gizi: Normal (IMT 18,26).
Pemeriksaan Klinis & Temuan Intraoral
Berdasarkan pemeriksaan objektif, ditemukan beberapa kondisi spesifik:
Mukosa Bukal (Pipi): Terdapat plak putih, kasar, dan ireguler. Lesi bersifat non-wipable (tidak dapat diusap/dihapus), yang menandakan adanya perubahan struktur seluler (keratosis).
Malposisi Gigi: Gigi 18 dan 28 mengalami Buccoversion (tumbuh miring ke arah pipi), sehingga secara konstan mengiritasi mukosa pipi saat berfungsi.
Variasi Normal: Ditemukan Ephelis pada bibir bawah (pigmentasi kecoklatan) yang dikonfirmasi sebagai variasi normal.
Tabel Ringkasan Kasus & Diagnosis
| Fitur Klinis | Temuan Pasien | Interpretasi Medis |
| Warna & Tekstur | Putih, kasar, ireguler. | Hyperkeratosis (penebalan lapisan keratin). |
| Sifat Lesi | Non-wipable (tidak terhapus). | Lesi keratotik (bukan jamur/debris). |
| Faktor Lokal | Buccoversion gigi 18 & 28. | Iritasi mekanis kronis (trauma ringan). |
| Diagnosis | Focal Hyperkeratosis | Respon adaptif jaringan terhadap gesekan. |
Pembahasan & Update Medis 2025
Secara fisiologis, Focal Hyperkeratosis adalah mekanisme pertahanan tubuh yang serupa dengan pembentukan "kapalan" pada tangan.
Mekanisme Keratinisasi:
Gesekan kronis dari gigi yang miring memicu epitelium untuk meningkatkan produksi keratin. Warna putih muncul karena lapisan keratin yang tebal mengalami hidrasi abnormal di dalam rongga mulut, sehingga mengubah cara jaringan memantulkan cahaya (Bricker dkk., 1994).
Perspektif Terbaru 2025:
Observasi vs Eksisi: Pengetahuan terbaru menekankan pentingnya protokol "2 Minggu". Jika iritan (gigi yang miring) dihilangkan dan lesi menetap lebih dari 14 hari, maka biopsi insisi menjadi wajib untuk menyingkirkan kemungkinan leukoplakia atau displasia awal.
Manajemen Gigi Molar 3: Selain mengatasi lesi, fokus utama adalah mencegah komplikasi jangka panjang. Gigi molar yang mengalami buccoversion tidak hanya menyebabkan trauma mukosa, tetapi juga sulit dibersihkan, sehingga meningkatkan risiko karies dan perikoronitis pada area tersebut.
Rencana Perawatan & Prognosis
Edukasi & Reassurance: Menjelaskan kepada pasien bahwa lesi ini bersifat jinak (innocent) dan murni akibat faktor mekanis.
Tindakan Eliminasi: Disarankan Odontektomi (pencabutan gigi) pada gigi 18, 28, 38, dan 48 untuk menghilangkan penyebab iritasi dan mencegah masalah impaksi di masa depan.
Follow-up: Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan lesi mengecil setelah faktor penyebab dihilangkan.
Kesimpulan
Focal (Frictional) Hyperkeratosis pada kasus ini merupakan respons adaptif terhadap malposisi gigi. Prognosis pasien sangat baik (excellent) karena faktor penyebab telah teridentifikasi dengan jelas. Identifikasi dini terhadap faktor trauma lokal sangat krusial untuk menghindari prosedur invasif yang tidak perlu pada lesi yang sebenarnya bersifat jinak.

anooo..
BalasHapusak mau tanya,
frictional hiperkeratosis itu kan termasuk didalamnya ada Linea Alba Buccalis sama Morsicatio Buccarum,
nah, bedanya apa?
kenapa Linea alba tidak bs dikelupas dan Morsicatio bisa?
apa proses keratinisasi ya berbeda?
makasiih..
Halo! Mohon maaf sekali atas keterlambatan jawaban yang sangat lama ini. Pertanyaan Anda sangat bagus dan masih relevan hingga saat ini.
HapusSecara singkat, perbedaan utamanya ada pada 'keutuhan' jaringannya. Linea Alba adalah penebalan yang permukaannya halus dan utuh, sehingga tidak ada bagian yang bisa dikelupas. Sedangkan Morsicatio Buccarum disebabkan oleh gigitan aktif yang merobek permukaan epitel, sehingga menciptakan serpihan jaringan yang tampak seperti bisa dikelupas.
Proses keratinisasinya pun berbeda; Linea Alba lebih teratur sebagai bentuk adaptasi, sementara Morsicatio menunjukkan kerusakan jaringan (deskuamasi) akibat trauma mekanis yang berulang. Semoga informasi ini tetap bermanfaat bagi Anda dan pembaca lainnya!
Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena pertanyaan ini baru terbalas sekarang. Meskipun sudah lewat bertahun-tahun, saya merasa penjelasan ini tetap perlu saya sampaikan agar bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca lain yang singgah ke blog ini dengan rasa penasaran yang sama. Terima kasih banyak sudah pernah mampir dan bertanya! Salam sehat untuk gigi dan mulut!