Dalam prosedur kedokteran gigi yang memerlukan tingkat presisi tinggi, seperti pembuatan mahkota gigi (crown), jembatan (bridge), atau implan, penggunaan bahan cetak elastomer merupakan standar emas. Elastomer adalah kelompok bahan cetak elastis berbasis polimer yang memiliki sifat fisik menyerupai karet sintetis, menawarkan akurasi serta stabilitas dimensi yang jauh melampaui bahan hidrokoloid.
Karakteristik Umum Elastomer
Elastomer dikenal karena kemampuannya untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan saat dikeluarkan dari rongga mulut (elastic recovery). Material ini bersifat hidrofobik secara alami, meskipun inovasi terbaru telah menghadirkan varian yang lebih hidrofilik untuk memudahkan pencetakan di lingkungan mulut yang lembap.
Klasifikasi Berdasarkan Komposisi Kimia
Terdapat empat jenis utama bahan cetak elastomer yang umum digunakan dalam praktik klinis:
1. Polisulfida:- Bahan elastomer tertua yang memiliki waktu kerja panjang dan kekuatan robek yang sangat baik.
- Kekurangan: Memiliki aroma belerang yang kurang nyaman bagi pasien dan harus segera dicor karena stabilitas dimensinya kurang stabil jika disimpan terlalu lama.
2. Polieter:
- Dikenal karena sifatnya yang sangat kaku dan hidrofilik dibandingkan elastomer lainnya. Hal ini memungkinkannya mencatat detail tajam bahkan dalam kondisi sedikit lembap.
- Catatan: Kekakuannya menuntut klinisi berhati-hati saat melepaskan cetakan agar tidak mematahkan model gips atau melukai jaringan.
3. Silikon Kondensasi:
- Menggunakan reaksi polimerisasi yang menghasilkan produk sampingan berupa etanol. Penguapan etanol inilah yang menyebabkan penyusutan dimensi seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, pengecoran gips harus dilakukan segera.
- Merupakan bahan yang paling populer dan paling akurat saat ini. Tidak menghasilkan produk sampingan selama reaksi kimia, sehingga memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa (dapat bertahan hingga beberapa hari sebelum dicor).
Viskositas dan Teknik Manipulasi
Elastomer tersedia dalam berbagai tingkat kekentalan (viscosity) untuk tujuan klinis yang berbeda:
- Light Body: Sangat cair, digunakan untuk mencatat detail halus di area margin gigi.
- Medium/Regular Body: Digunakan untuk prosedur umum.
- Heavy Body & Putty: Sangat kental, berfungsi sebagai pendukung atau tray material untuk memberikan stabilitas pada sendok cetak.
Pemutakhiran Pengetahuan: Perspektif Klinis Modern
Berdasarkan perkembangan ilmu biomaterial terkini, terdapat beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan elastomer:
- Sifat Hidrofilik yang Ditingkatkan: Produsen kini menambahkan surfactant pada silikon adisi (VPS) untuk mengurangi sudut kontak dengan cairan tubuh, sehingga meminimalisir risiko terjadinya gelembung udara (void) pada hasil cetakan.
- Teknologi Auto-mixing: Penggunaan sistem cartridge dan mixing gun otomatis kini lebih disarankan dibandingkan pengadukan manual. Hal ini menjamin rasio yang tepat, meminimalisir kontaminasi udara, dan menjaga sterilitas material.
- Interaksi dengan Sarung Tangan Latex: Pengetahuan terbaru memperingatkan bahwa kontaminasi dari sulfur pada sarung tangan latex dapat menghambat proses pengerasan (setting) pada silikon jenis adisi (VPS). Klinisi disarankan menggunakan sarung tangan vinil atau nitril saat memanipulasi bahan jenis putty.
- Digital Workflow: Meskipun elastomer tetap menjadi pilihan utama untuk hasil fisik, banyak praktisi kini mulai mengintegrasikan elastomer dengan lab scanner untuk menciptakan model kerja digital yang sangat akurat.
Kesimpulan
Pemilihan jenis elastomer yang tepat harus didasarkan pada kebutuhan kasus klinis tertentu. Dengan memahami karakteristik kimia dan fisik dari masing-masing jenis elastomer, dokter gigi dapat memastikan restorasi yang dipabrikasi memiliki ketepatan pas (marginal fit) yang optimal, yang pada akhirnya meningkatkan keberhasilan jangka panjang perawatan pasien.
Artikel ini telah ditinjau untuk memastikan kesesuaian dengan standar prosedur operasional kedokteran gigi terkini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar