Definisi dan Komposisi Material Secara teknis, dental amalgam adalah aloy (paduan logam) yang terbentuk dari reaksi pencampuran antara merkuri cair (air raksa) dengan serbuk logam paduan lainnya. Reaksi kimia ini disebut amalgamasi.
Komposisi standar amalgam meliputi:
Merkuri (Hg): Komponen cair yang mengikat partikel logam lainnya, mencakup sekitar 40-50% dari berat total.
Serbuk Aloy: Campuran logam yang umumnya terdiri dari Perak (Ag), Timah (Sn), dan Tembaga (Cu). Beberapa produk juga menambahkan Seng (Zn), Indium, atau Palladium untuk memodifikasi sifat fisik material.
Keunggulan Klinis: Mengapa Amalgam Bertahan Lama? Meskipun kini penggunaannya mulai ditinggalkan, tidak dapat dipungkiri bahwa amalgam memiliki sifat fisik yang superior, antara lain:
- Kekuatan Tekan Tinggi: Sangat tahan terhadap beban kunyah yang berat pada gigi geraham.
- Durabilitas: Memiliki ketahanan aus yang sangat baik, sering kali bertahan belasan hingga puluhan tahun di dalam rongga mulut.
- Bakteriostatik: Kandungan logam di dalamnya memiliki sifat menghambat pertumbuhan bakteri, yang membantu mencegah terjadinya karies sekunder (gigi berlubang kembali di tepi tambalan).
- Toleransi Kelembapan: Tidak seperti tambalan sewarna gigi (resin komposit) yang sangat sensitif terhadap air liur saat pemasangan, amalgam lebih "pemaaf" jika kondisi isolasi gigi sulit dilakukan, misalnya pada anak-anak yang kurang kooperatif.
Keterbatasan dan Kekurangan Di balik kekuatannya, amalgam memiliki kelemahan yang signifikan:
- Estetika: Warnanya yang kontras (abu-abu kehitaman) tidak memenuhi tuntutan estetika modern. Selain itu, seiring waktu, amalgam dapat menyebabkan diskolorasi (perubahan warna) pada struktur gigi yang tersisa menjadi keabuan.
- Retensi Mekanis: Amalgam tidak menempel secara kimiawi pada gigi. Dokter gigi harus membuang struktur gigi yang sehat untuk membentuk "kuncian" (retensi) agar tambalan tidak lepas. Hal ini bertentangan dengan prinsip kedokteran gigi modern yang Minimally Invasive.
Isu Merkuri dan Konteks Global Terkini (Update 2025) Poin paling krusial dalam diskusi mengenai amalgam adalah kandungan merkurinya.
Aspek Kesehatan: Secara konsensus ilmiah, tambalan amalgam yang sudah mengeras di dalam mulut dianggap aman dan stabil. Pelepasan uap merkuri memang terjadi dalam jumlah sangat kecil (nanogram), namun jauh di bawah ambang batas toksisitas menurut WHO. Risiko terbesar justru terjadi saat proses pemasangan dan pembongkaran tambalan.
Aspek Lingkungan (Konvensi Minamata): Dunia kini bergerak menuju penghapusan penggunaan merkuri (phase-out). Limbah amalgam dari praktik dokter gigi dikhawatirkan mencemari air dan tanah, yang kemudian berubah menjadi metil-merkuri yang berbahaya bagi rantai makanan.
Regulasi di Indonesia Mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan RI dan kesepakatan global Konvensi Minamata, penggunaan amalgam di Indonesia kini sangat dibatasi:
- Penghapusan Bertahap: Amalgam sudah tidak lagi masuk dalam perbekalan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan pemerintah.
- Kelompok Rentan: Penggunaan amalgam sangat tidak disarankan (dan di banyak negara dilarang) untuk populasi rentan, yaitu: anak-anak di bawah usia 15 tahun, wanita hamil, dan ibu menyusui.
- Alternatif: BPJS Kesehatan dan praktik dokter gigi modern kini beralih ke material Glass Ionomer Cement (GIC) atau Composite Resin yang lebih ramah lingkungan, estetik, dan tidak memerlukan pembuangan jaringan gigi sehat yang berlebihan.
Kesimpulan Dental amalgam adalah bagian penting dari sejarah kedokteran gigi yang telah menyelamatkan jutaan gigi dari pencabutan. Namun, seiring berkembangnya teknologi material pengganti yang lebih aman dan estetik, serta meningkatnya kesadaran lingkungan, penggunaan amalgam kini memasuki masa akhir.
Bagi pasien yang masih memiliki tambalan amalgam lama yang kondisinya baik (tidak pecah dan tidak ada lubang baru), tidak perlu terburu-buru menggantinya. Pembongkaran tambalan amalgam yang sehat justru berisiko melepaskan uap merkuri yang tidak perlu. Namun, untuk setiap kasus gigi berlubang baru—terutama pada anak-anak—penggunaan material bebas merkuri adalah standar pelayanan medis yang mutlak saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar