Era Klasik: Mengejar Kekuatan dan Kemudahan
1. Generasi Ke-4: Sang Standar Emas (The Gold Standard) Meskipun terdengar kuno, generasi ini masih dianggap sebagai tolok ukur kekuatan ikatan terbaik hingga hari ini.
- Sistem: Terdiri dari 3 botol/langkah terpisah: (1) Etsa asam, (2) Primer, dan (3) Bonding resin.
- Kelebihan: Mampu menghasilkan "Hybrid Layer" yang sangat kokoh dan ikatan yang kuat ke enamel maupun dentin.
- Kekurangan: Sangat sensitif terhadap teknik (technique sensitive). Jika dentin terlalu kering atau terlalu basah sedikit saja, ikatan bisa gagal dan menyebabkan gigi pasien ngilu pasca penambalan.
2. Generasi Ke-5: Sistem "Satu Botol" (Total-Etch) Ini adalah sistem yang paling populer digunakan oleh dokter gigi pada era 2000-2010 karena kepraktisannya.
- Sistem: Primer dan Bonding digabung dalam satu botol. Langkahnya menjadi: (1) Etsa, cuci, keringkan, lalu (2) Aplikasi cairan botol tunggal.
- Kelebihan: Lebih cepat dan praktis dibanding generasi ke-4.
- Kekurangan: Masih menggunakan asam fosfat kuat untuk membuang seluruh smear layer (lapisan kotoran hasil bor), sehingga risiko ngilu (sensitivitas) jika pencucian tidak bersih masih cukup tinggi.
3. Generasi Ke-6 & 7: Era Self-Etch (Tanpa Cuci) Demi mengurangi keluhan pasien soal rasa ngilu, para ilmuwan menciptakan sistem yang tidak perlu dibilas air.
- Konsep: Asam etsa-nya sudah "dijinakkan" dan dicampur langsung dengan primer. Asam ini tidak membuang smear layer, tapi memodifikasinya menjadi bagian dari ikatan.
- Kelebihan: Risiko ngilu pasca-tambal menurun drastis karena tubulus dentin (pori-pori gigi) tidak pernah terbuka lebar sepenuhnya. Sangat nyaman untuk pasien anak.
- Kekurangan Era 2010: Pada masa awalnya, generasi ini memiliki ikatan yang agak lemah pada lapisan enamel (permukaan luar gigi) dibandingkan sistem etsa total.
Update Pengetahuan Terkini (Tinjauan 2024-2025)
Dunia kedokteran gigi tidak berhenti di Generasi ke-7. Saat ini, kita telah memasuki era Generasi ke-8 atau yang lebih dikenal dengan istilah Sistem Adhesif Universal (Universal Adhesives).
Apa yang membuatnya spesial?
Satu Botol untuk Semua Strategi: Dokter gigi kini memiliki kebebasan penuh. Botol yang sama bisa digunakan dengan teknik Total-Etch, Self-Etch, atau Selective-Etch tergantung situasi klinis gigi pasien.
Molekul Ajaib 10-MDP: Hampir semua bonding universal modern mengandung monomer khusus bernama 10-MDP. Molekul ini memungkinkan bahan tambalan tidak hanya menempel secara fisik (mikromekanis), tetapi juga berikatan kimia secara permanen dengan kalsium gigi.
Ikatan ke Berbagai Material: Tidak hanya ke gigi, bonding universal juga bisa merekatkan tambalan ke logam, keramik, hingga zirkonia.
Kesimpulan untuk Orang Tua dan Pasien Perkembangan teknologi biomaterial ini bertujuan satu hal: membuat tambalan gigi anak Anda lebih awet, lebih estetik, dan proses pengerjaannya lebih cepat serta nyaman (bebas rasa ngilu). Saat ini, dokter gigi profesional umumnya mengombinasikan teknik terbaik: menggunakan asam etsa hanya pada enamel (kulit luar) agar kuat, dan menggunakan sistem self-etch pada dentin (bagian dalam) agar tidak ngilu—sebuah teknik cerdas yang dimungkinkan oleh kehadiran bonding Universal.
Artikel ini telah disesuaikan dari arsip GigiAnak.com dengan penambahan referensi jurnal biomaterial kedokteran gigi terbaru (2024).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar